Halo, Bapak dan Ibu Guru hebat di seluruh Indonesia! Lagi memasuki musim bikin soal ujian, ya?. Membuat soal untuk skala nasional atau sekolah ternyata tidak bisa sembarangan karena ada “aturan main” terbaru dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik).
Biar soal yang Bapak/Ibu buat benar-benar terstandar, berkualitas, dan adil buat murid-murid SMP kita, yuk kita bedah Panduan Penulisan Soal Tes Terstandar 2025 dengan bahasa yang lebih santai!.
1. Tentukan Jenisnya: Mau Soal Tunggal atau Grup?
Sebelum mulai mengetik, tentukan dulu format stimulusnya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Soal Tunggal: Paling simpel. Bapak/Ibu memberikan satu stimulus (teks, gambar, atau tabel) untuk tepat satu pertanyaan.
- Soal Grup: Satu stimulus yang agak kompleks atau panjang digunakan untuk memayungi beberapa butir soal sekaligus. Cara ini sangat efektif untuk materi Bahasa, Sains, atau Matematika.
2. “Tiga Aturan Emas” Penulisan Soal
Biar soal tidak membingungkan murid, pastikan Bapak/Ibu mengikuti tiga kaidah utama ini:

A. Substansi Materi
- Soal wajib sesuai dengan indikator kisi-kisi dan konsepnya harus up-to-date.
- Dilarang Keras: Mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, atau promosi merek tertentu. Jika memakai konteks produk sehari-hari, nama mereknya wajib disamarkan.
B. Konstruksi (Rumusan Soal)
- Pertanyaan harus tegas, jelas, dan tidak boleh bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
- Jika ada gambar atau grafik, pastikan elemen tersebut benar-benar berfungsi untuk membantu menjawab, bukan cuma pajangan.
- Hindari penggunaan negatif ganda (contoh: “Berikut ini yang bukan…, kecuali…”) karena bisa mengecoh logika murid.
C. Bahasa
- Gunakan Bahasa Indonesia/inggris yang komunikatif dan sesuai kaidah.
- Jangan gunakan istilah daerah yang hanya dimengerti di lokasi tertentu agar tetap adil secara nasional.
3. Format Pilihan Ganda: Aturan Khusus SMP
Untuk tahun 2025, ada aturan teknis yang sangat spesifik, terutama untuk jenjang SMP/MTs:
Pilihan Ganda Biasa
- Jumlah Opsi: Khusus SMP, wajib menyediakan 4 pilihan jawaban.
- Urutan Angka: Jika pilihan jawaban berupa angka, susunlah berurutan dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya. Jangan lupa sertakan satuannya.
- No “Sapu Jagat”: Dilarang memakai opsi “Semua jawaban benar” atau “Semua jawaban salah”.
Pilihan Ganda Kompleks (PGK)
Ada dua model yang sering dipakai:
- MCMA (Multiple Choices Multiple Answers): Murid memilih lebih dari satu jawaban benar. Untuk SMP, sediakan 4 pilihan jawaban. Ingat, tidak boleh semua pilihan bernilai benar; harus tetap ada pengecoh.
- Kategori: Disajikan dalam bentuk tabel (misal: Benar/Salah atau Ya/Tidak). Aturannya baku: untuk semua jenjang (termasuk SMP), wajib menyajikan tepat 3 pernyataan yang saling berkaitan.
4. Detail Kecil: Teknik Tanda Baca
Jangan sampai salah ketik ya, Bapak/Ibu! Berikut aturan penulisan titik di pokok soal:

- Tanda Tanya (?): Jika pokok soal adalah kalimat tanya murni, jangan beri spasi sebelum tanda tanya.
- Empat Titik (… .): Digunakan jika pokok soal adalah pernyataan yang lanjutannya ada di pilihan jawaban. Beri satu spasi sebelum titik keempat.
- Tiga Titik (…): Digunakan jika pokok soal berupa pernyataan, namun pilihan jawabannya sudah berbentuk kalimat utuh (ada subjek dan predikat).
Ternyata membuat soal yang berkualitas itu butuh ketelitian yang luar biasa, ya?. Tapi dengan panduan ini, saya yakin Bapak dan Ibu Guru bisa meracik soal yang mantap dan menantang buat siswa-siswi kita.
Uji Paham Bacaan
MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Serang






















