The Komodo dragon is the largest living lizard in the world. It can only be found in Indonesia, especially on the islands of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, and Padar. This reptile has a thick body, a long tail, and rough gray skin. Its sharp teeth and strong claws help it to catch and tear its prey, while its long forked tongue and big nostrils make it able to smell food from far away.
Komodo dragons live in savannas, grasslands, and open forests. They are carnivores, which means they eat meat. Their food includes deer, birds, smaller animals, and even carrion. They usually wait quietly, then attack suddenly with speed, and finally eat their prey using strong jaws. Because they are solitary animals, they also defend their territory from other Komodo dragons.
During the day, Komodo dragons are active. In the morning they hunt and explore, while at midday they rest in the shade to avoid the heat. In the afternoon they become active again. Their body has many adaptations: thick skin protects them from injury, a strong tail helps them balance, and their swimming ability allows them to move between islands.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

As apex predators, Komodo dragons play an important role in the ecosystem. They control herbivore populations, eat weak or sick animals, and prevent the spread of disease by consuming carrion. However, they are now endangered. Komodo dragons are protected by law in Komodo National Park, and it is illegal to hunt or trade them. Preserving their habitat is very important so that future generations can still see them.
Komodo dragons can grow up to 2–3 meters long and weigh 70–100 kilograms. They can live for 30–50 years. One unique fact is that they have venom glands in their jaws, which make their bite very dangerous for prey.
Soal soal untuk Latihan Pemahaman Text!
Uji Paham Yok!
Guru • MGMP | 2026
Komodo Dragon
The Giant of Indonesian Reptiles
MGMP English SMP Kota Serang | Report Text Analysis
Lizard : Kadal, Island : Pulau, Reptile : Reptil, Prey : Mangsa, Forked tongue : Lidah bercabang, Nostrils : Lubang hidung, Savanna : Sabana, Grasslands : Padang rumput, Carnivores : Pemakan daging, Carrion : Bangkai, Solitary : Menyendiri, Territory : Wilayah kekuasaan, Apex predators : Predator puncak, Ecosystem : Ekosistem, Endangered : Terancam punah, Illegal : Ilegal/Melanggar hukum, Habitat : Tempat tinggal asli, Venom glands : Kelenjar racun.
Setelah mempelajari teks ini, siswa diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi fungsi sosial teks report sebagai penyampai informasi faktual dan ilmiah.
- Menganalisis struktur teks (klasifikasi umum dan deskripsi) secara tepat.
- Menemukan informasi spesifik terkait karakteristik fisik, habitat, dan status konservasi Komodo.
- Membangun kesadaran terhadap pelestarian satwa langka sebagai bagian dari Profil Pelajar Pancasila.
Teks ini merupakan Report Text karena menyajikan informasi berdasarkan hasil observasi ilmiah, bukan sekadar opini atau cerita fiksi.
| Bagian Struktur | Paragraf | Deskripsi Singkat | General Classification | Paragraf 1 | Mengenalkan Komodo sebagai kadal terbesar di dunia dan lokasi spesifiknya di Indonesia. | Description: Physical Traits | Paragraf 1 & 5 | Menjelaskan ciri fisik (gigi tajam, ekor panjang, berat, ukuran) dan fitur unik (kelenjar racun). |
|---|---|
| Paragraf 2 | Menjelaskan lingkungan tempat tinggal dan pola makan karnivora. |
| Paragraf 3 | Menjelaskan aktivitas harian, cara berburu, dan adaptasi tubuh. |
| Paragraf 4 | Menjelaskan peran penting dalam ekosistem dan status perlindungan hukum. |
Teks ini menggunakan ciri-ciri linguistik khas teks ilmiah:
- Present Tense: Digunakan karena menyatakan fakta umum (Contoh: The Komodo dragon is the largest…; They are carnivores).
- General Nouns: Mengacu pada spesies secara umum, bukan komodo peliharaan tertentu (Contoh: Komodo dragons, Reptiles).
- Relating Verbs: Untuk mendeskripsikan ciri (Contoh: has, is, become).
- Action Verbs: Menjelaskan perilaku (Contoh: hunt, explore, eat, protect).
- Technical Terms: Istilah biologi seperti apex predators, ecosystem, venom glands.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, teks ini mendukung pengembangan Literasi dan Karakter Pelajar Pancasila:
- Bernalar Kritis: Siswa tidak hanya membaca, tetapi menganalisis hubungan antara predator puncak dengan keseimbangan ekosistem.
- Beriman & Bertakwa kepada Tuhan YME: Menumbuhkan rasa syukur atas kekayaan fauna Indonesia yang unik (endemik).
- Konteks Global: Memahami bahwa isu endangered species adalah isu internasional yang membutuhkan perhatian lokal.
Untuk mencapai pemahaman mendalam, siswa tidak hanya diminta menghafal kosakata, tetapi didorong untuk:
- Connecting: Menghubungkan informasi teks dengan pengetahuan mereka tentang geografi Indonesia (Flores, NTT).
- Contextualizing: Mendiskusikan mengapa Komodo bisa terancam punah (perubahan iklim, perburuan mangsa) dan dampaknya bagi lingkungan.
- Creating: Membuat poster digital atau infografis tentang kampanye perlindungan Komodo berdasarkan data dari teks.
Strategi yang dapat digunakan adalah “Information Gap Mapping”:
- Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok “Ahli” (Ahli Habitat, Ahli Fisik, Ahli Ekosistem).
- Masing-masing kelompok menggali informasi spesifik dari teks Report untuk melengkapi bagan klasifikasi yang masih kosong.






















