Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP di Indonesia, Narrative Text adalah jenis teks imajinatif yang bertujuan utama untuk menghibur pembaca (to amuse or entertain the readers) sekaligus menyampaikan pesan moral (moral value). Materi ini merupakan salah satu teks esensial yang diajarkan untuk melatih kemampuan literasi, imajinasi, dan pemahaman teks bacaan (Reading Comprehension) pada siswa remaja.
Narrative text adalah jenis teks yang menceritakan sebuah cerita atau rangkaian peristiwa. Cerita ini bisa berupa fiksi (khayalan) seperti dongeng dan legenda, maupun non-fiksi seperti biografi yang diceritakan secara kronologis dan menarik. Tujuan utamanya adalah untuk menghibur pembaca atau pendengar.
Struktur Umum (Generic Structure)

Sebuah narrative text memiliki struktur yang membangun cerita dari awal hingga akhir:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Orientation: Bagian pembuka yang memperkenalkan tokoh (characters), latar waktu (time), dan latar tempat (place) terjadinya cerita.
Complication: Bagian di mana masalah atau konflik mulai muncul dan dialami oleh tokoh utama. Bagian ini menjadi inti drama dalam cerita.
Resolution: Bagian yang berisi tentang bagaimana masalah atau konflik yang terjadi pada bagian complication berhasil diselesaikan. Bagian ini bisa berakhir bahagia atau menyedihkan.
Re-orientation / Coda (Opsional): Bagian penutup cerita yang biasanya berisi pesan moral, pelajaran hidup, atau perubahan yang dialami tokoh di akhir cerita. Bagian ini tidak selalu ada dalam setiap naratif.
Ciri-ciri Kebahasaan (Language Features)

Ada beberapa ciri khas bahasa yang digunakan dalam narrative text:
-
Menggunakan Simple Past Tense: Karena menceritakan peristiwa masa lalu, narrative text menggunakan kata kerja bentuk lampau (Verb 2) seperti lived, walked, said, thought, saved.
-
Menggunakan Action Verbs: Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan aktivitas atau tindakan, seperti ran, ate, slept, caught.
-
Menggunakan Nouns Tertentu sebagai Kata Ganti: Sering menggunakan kata benda yang spesifik untuk merujuk pada tokoh, seperti the king, the queen, a witch, a prince.
-
Menggunakan Adjectives: Untuk membentuk deskripsi yang lebih hidup, misalnya long black hair, a beautiful castle.
-
Menggunakan Time Connectives dan Conjunctions: Untuk menghubungkan urutan peristiwa dalam cerita, seperti once upon a time, one day, then, after that, before, finally.
-
Penggunaan Direct Speech (kalimat langsung) untuk menghidupkan dialog antar karakter.
Jenis-jenis Narrative Text

Ada berbagai jenis cerita yang termasuk dalam narrative text, antara lain:
Legenda (Legend): Cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi, seperti The Legend of Banyuwangi atau The Legend of Malin Kundang.
Fabel (Fable): Cerita tentang binatang yang berperilaku seperti manusia dan mengandung pesan moral, contohnya The Shepherd Boy atau The Lion and the Mouse.
Dongeng (Fairy Tale): Cerita khayalan yang sering melibatkan keajaiban, seperti Cinderella atau Bawang Merah and Bawang Putih.
Cerita Rakyat (Folktale): Kisah tradisional yang diwariskan secara turun-temurun di suatu masyarakat.
Mitos (Myth): Cerita tentang dewa-dewi atau penciptaan alam semesta.
Uji Paham Narrative Text
MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Serang 2026






















