Gorillas are the largest apes in the world. They are our closest living relatives because they share 98.3% of their genetic code with humans. Their scientific name is Gorilla beringei beringei.
Gorillas have broad shoulders and chests, human-like hands, small eyes, and hairless faces. They have black skin and dark hair. They also have large nostrils. Gorillas have complex behaviors and emotions. For example, they can laugh when they are happy and show sadness when they are upset.
Gorillas live only in the tropical forests of Africa. Specifically, they can be found in the rainforests of Cameroon and Congo.
Gorillas are herbivores. They mainly eat leaves, shoots, and stalks. Sometimes, they also eat fruits.
Gorillas live in family groups ranging from 6 to 30 members. The group is led by a dominant male called a silverback. A silverback is a mature male gorilla who leads the group for many years.
Female gorillas reach maturity when they are seven to eight years old. However, a mother gives birth to only one baby every four to six years. Because their reproduction rate is slow, the population grows very slowly. Combined with habitat loss, gorillas are now an endangered species.

Uji Paham Yok!
Guru • MGMP | 2026
Report Text: Gorillas
Text Analysis
Materi Pembelajaran Bahasa Inggris SMP
MGMP Bahasa Inggris SMP Kota Serang
apes: kera/ape, closest: terdekat, living relatives: kerabat hidup, share: berbagi/memiliki kesamaan, genetic code: kode genetik, broad: lebar, shoulders: bahu, chests: dada, hairless: tanpa bulu, nostrils: lubang hidung, complex behaviors: perilaku kompleks, emotions: emosi, upset: sedih/kecewa, herbivores: hewan pemakan tumbuhan, shoots: pucuk daun, stalks: batang, dominant: dominan, silverback: gorila jantan dewasa (punggung perak), mature: dewasa, gives birth: melahirkan, reproduction rate: tingkat reproduksi, habitat loss: kehilangan habitat/tempat tinggal, endangered species: spesies langka/terancam punah.
- Siswa mampu mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan dari Report Text terkait binatang liar (wild animals) secara tepat.
- Siswa mampu menemukan informasi rinci tersurat dan tersirat dari teks tentang gorila, termasuk karakteristik fisik, habitat, makanan, dan status kelangsungan hidupnya.
- Siswa mampu memproduksi atau mempresentasikan laporan sederhana mengenai hewan langka lain dengan menggunakan struktur bahasa yang benar.
Teks tersebut merupakan Report Text (Teks Laporan Faktual) yang bertujuan untuk mendeskripsikan gorila secara umum berdasarkan fakta ilmiah. Struktur teks ini sangat runtut dan informatif:
- General Classification (Klasifikasi Umum): Paragraf 1. Memperkenalkan gorila sebagai kera terbesar, kedekatan genetiknya dengan manusia, dan nama ilmiahnya (Gorilla beringei beringei).
- Description (Deskripsi):
- Physical Appearance & Behavior (Fisik dan Perilaku): Paragraf 2 (bahu lebar, tanpa bulu wajah, bisa tertawa/sedih).
- Habitat (Tempat Tinggal): Paragraf 3 (hutan tropis Afrika, Kamerun, Kongo).
- Diet (Makanan): Paragraf 4 (herbivora; pemakan daun, pucuk, batang).
- Social Dynamics (Dinamika Sosial): Paragraf 5 (hidup berkelompok, dipimpin silverback).
- Reproduction & Status (Reproduksi dan Status): Paragraf 6 (tingkat reproduksi lambat, kehilangan habitat, terancam punah).
- Simple Present Tense: Sangat dominan karena teks ini menyatakan fakta ilmiah dan kebenaran umum (contoh: Gorillas are the largest apes, They mainly eat leaves, Gorillas live in family groups).
- Relating Verbs (To Be/Have): Digunakan untuk mendeskripsikan keadaan dan kepemilikan ciri fisik (contoh: are, is, have).
- Action Verbs: Menunjukkan aktivitas khas hewan tersebut (contoh: eat, live, laugh, share).
- Technical Terms / Scientific Nouns: Menggunakan istilah ilmiah atau spesifik (contoh: genetic code, herbivores, silverback, reproduction rate, endangered species).
Teks ini sangat ideal untuk Capaian Pembelajaran (CP) Bahasa Inggris Fase D (SMP Kelas 8 atau 9) pada elemen Membaca-Memirsa. Dalam kerangka Kurikulum Merdeka, materi ini sangat efektif untuk menguatkan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi:
- Bernalar Kritis: Siswa diajak memproses informasi faktual dan ilmiah terkait kehidupan hewan.
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia (Akhlak terhadap Alam): Melalui fakta bahwa gorila adalah endangered species (spesies terancam punah), siswa ditumbuhkan rasa empati dan kesadaran ekologisnya untuk menjaga kelestarian alam dan makhluk hidup.
Untuk mewujudkan Deep Learning, pembelajaran teks ini harus melampaui batas pemahaman terjemahan kata per kata (surface learning). Guru dapat memancing rasa ingin tahu siswa melalui koneksi kehidupan nyata: “Jika DNA gorila 98.3% sama dengan manusia, mengapa nasib mereka terancam punah oleh aktivitas manusia?”
Siswa didorong untuk menganalisis efek domino dari habitat loss (kerusakan hutan) terhadap populasi gorila. Pembelajaran menjadi bermakna (meaningful) karena siswa menyadari peran mereka dalam ekosistem global, bukan sekadar menghafal struktur teks bahasa Inggris.
- Jigsaw Reading: Teks dibagi menjadi beberapa sub-topik (Fisik, Habitat, Makanan, Reproduksi). Setiap kelompok ahli fokus pada satu paragraf, lalu saling bertukar informasi dengan kelompok lain.
- Project-Based Learning (PBL): Siswa merancang kampanye pelestarian hewan langka (Endangered Species Awareness Campaign) dalam bentuk poster digital (Canva) atau infografis berbahasa Inggris.
- Mind Mapping: Siswa membaca teks lalu menyusun peta konsep (Mind Map) yang mengklasifikasikan informasi gorila secara visual.





























